Sisa material besi merupakan bagian yang tidak terpakai setelah proses pemotongan dan fabrikasi. Sisa tersebut dapat berupa potongan panjang, potongan pendek, atau bagian kecil yang belum dimanfaatkan.
Menghitung sisa material besi penting dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan bahan. Perhitungan ini juga membantu memperkirakan biaya produksi, mengurangi pemborosan, serta menentukan apakah sisa besi masih dapat digunakan untuk pekerjaan berikutnya.
Dalam pekerjaan fabrikasi seperti kanopi, pagar, tangga besi, mezzanine, rak, meja, dan konstruksi lainnya, sisa material biasanya muncul karena ukuran komponen tidak selalu sesuai dengan panjang batang besi yang tersedia.
Apa yang Dimaksud dengan Sisa Material Besi?
Sisa material besi adalah bagian material yang masih tersisa setelah besi dipotong sesuai kebutuhan proyek.
Contohnya, satu batang besi memiliki panjang 6 meter. Setelah dipotong menjadi komponen sepanjang 2 meter, tersisa material sepanjang 4 meter.
Jika sisa tersebut kemudian dipotong lagi menjadi komponen 3 meter, maka masih terdapat sisa 1 meter.
Sisa material dapat dihitung berdasarkan:
- Panjang besi
- Berat besi
- Jumlah batang
- Luas plat
- Volume material
- Nilai biaya material
Untuk besi hollow, pipa, dan besi siku, perhitungan biasanya dilakukan berdasarkan panjang. Sementara itu, plat besi dapat dihitung berdasarkan luas atau ukuran lembarannya.
Mengapa Sisa Material Besi Perlu Dihitung?
Perhitungan sisa material memiliki beberapa manfaat.
Mengetahui Efisiensi Pemakaian Besi
Dengan menghitung sisa, dapat diketahui apakah material digunakan secara optimal atau banyak terbuang.
Mengurangi Biaya Produksi
Sisa yang masih layak digunakan dapat dimanfaatkan untuk komponen lain sehingga mengurangi pembelian material baru.
Membantu Menyusun Cutting Plan
Data sisa material dapat digunakan untuk membuat pola potongan yang lebih efisien pada proyek berikutnya.
Memudahkan Pengelolaan Stok
Sisa besi dapat dicatat berdasarkan jenis, ukuran, dan panjang agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.
Menghitung Nilai Kerugian Material
Jika sisa material terlalu banyak dan tidak dapat dimanfaatkan, nilainya dapat dihitung sebagai bagian dari pemborosan produksi.
Rumus Dasar Menghitung Sisa Material Besi
Rumus paling sederhana untuk menghitung sisa besi adalah:
Sisa material = panjang material awal − total panjang potongan
Namun, dalam proses fabrikasi, perhitungan juga perlu memperhitungkan kehilangan akibat mata potong.
Rumus yang lebih lengkap adalah:
Sisa material = panjang batang awal − total panjang potongan − total kehilangan pemotongan
Kehilangan pemotongan biasanya disebut kerf, yaitu bagian material yang hilang akibat ketebalan mata gergaji atau alat potong.
Contoh Menghitung Sisa Besi dari Satu Batang
Misalnya tersedia satu batang besi hollow dengan panjang 6 meter. Besi tersebut dipotong menjadi:
- 2 meter
- 1,5 meter
- 1 meter
Total panjang potongan:
2 + 1,5 + 1 = 4,5 meter
Maka sisa material:
6 − 4,5 = 1,5 meter
Jadi, sisa besi secara teoritis adalah 1,5 meter.
Jika terdapat kehilangan pemotongan, sisa aktual akan sedikit lebih pendek.
Contoh Menghitung Sisa dengan Kehilangan Mata Potong
Misalnya satu batang besi memiliki panjang 6 meter dan akan dipotong menjadi tiga bagian:
- 2 meter
- 1,5 meter
- 1 meter
Total panjang potongan:
2 + 1,5 + 1 = 4,5 meter
Misalnya setiap proses pemotongan menghasilkan kehilangan sekitar 3 mm. Untuk menghasilkan tiga potongan, dibutuhkan dua kali pemotongan jika pemotongan dilakukan secara berurutan dari satu batang.
Total kehilangan:
2 × 3 mm = 6 mm
Jika dikonversi menjadi meter:
6 mm = 0,006 meter
Maka sisa aktual:
6 − 4,5 − 0,006 = 1,494 meter
Jadi, sisa material aktual sekitar 1,494 meter.
Dalam praktiknya, jumlah kehilangan dapat berbeda tergantung alat potong, metode pemotongan, dan jumlah potongan.
Cara Menghitung Total Sisa dari Beberapa Batang
Misalnya sebuah proyek menggunakan 10 batang besi dengan panjang masing-masing 6 meter.
Total material awal:
10 × 6 = 60 meter
Setelah proses fabrikasi, total material yang digunakan untuk komponen adalah 52 meter.
Maka sisa material:
60 − 52 = 8 meter
Jadi, total sisa besi dari proyek tersebut adalah sekitar 8 meter, sebelum memperhitungkan kehilangan akibat pemotongan jika belum dimasukkan dalam total penggunaan.
Contoh Perhitungan Sisa Material Berdasarkan Cutting List
Misalnya terdapat kebutuhan potongan berikut:
| Ukuran Potongan | Jumlah | Total Panjang |
|---|---|---|
| 2 meter | 6 | 12 meter |
| 1,5 meter | 4 | 6 meter |
| 1 meter | 8 | 8 meter |
| 0,5 meter | 4 | 2 meter |
| Total | 22 potong | 28 meter |
Jika material dibeli sebanyak 5 batang dengan panjang masing-masing 6 meter:
Total material awal = 5 × 6 = 30 meter
Maka sisa teoritis:
30 − 28 = 2 meter
Jika terdapat kehilangan pemotongan sebesar 0,2 meter, maka sisa aktual:
2 − 0,2 = 1,8 meter
Jadi, sisa material yang diperkirakan masih tersedia adalah sekitar 1,8 meter.
Cara Menghitung Persentase Sisa Material
Selain panjang sisa, efisiensi material dapat dihitung dalam bentuk persentase.
Rumusnya:
Persentase sisa = sisa material ÷ total material awal × 100 persen
Berdasarkan contoh sebelumnya:
- Total material awal: 30 meter
- Sisa aktual: 1,8 meter
Maka:
1,8 ÷ 30 × 100 persen = 6 persen
Jadi, persentase sisa material adalah sekitar 6 persen.
Semakin kecil persentase sisa, semakin efisien penggunaan material. Namun, persentase yang ideal tetap bergantung pada jenis pekerjaan dan kompleksitas bentuk komponen.
Cara Menghitung Material yang Terpakai
Untuk mengetahui sisa material, material yang terpakai juga perlu dicatat.
Rumusnya:
Material terpakai = total material awal − sisa material
Misalnya total material awal adalah 60 meter dan sisa material 8 meter:
60 − 8 = 52 meter
Jadi, material yang terpakai adalah 52 meter.
Data tersebut dapat digunakan untuk membandingkan kebutuhan awal dengan penggunaan aktual di lapangan.
Perbedaan Sisa Teoritis dan Sisa Aktual
Sisa teoritis adalah sisa yang dihitung hanya berdasarkan panjang material dan ukuran potongan. Sementara itu, sisa aktual adalah material yang benar-benar tersisa setelah proses pemotongan.
Sisa aktual dapat lebih kecil karena adanya:
- Ketebalan mata potong
- Kesalahan marking
- Potongan miring
- Ujung besi yang tidak rata
- Kerusakan material
- Pemotongan ulang
- Bagian material yang tidak dapat digunakan
Karena itu, sisa teoritis sebaiknya tidak dianggap sebagai jumlah pasti material yang masih dapat digunakan.
Cara Menghitung Sisa Plat Besi
Untuk plat besi, perhitungan sisa dilakukan berdasarkan ukuran panjang dan lebar lembaran.
Misalnya tersedia plat berukuran:
1,2 × 2,4 meter
Luas plat awal:
1,2 × 2,4 = 2,88 m²
Jika bagian yang digunakan memiliki ukuran:
0,8 × 2 meter
Luas material terpakai:
0,8 × 2 = 1,6 m²
Maka sisa luas plat secara teoritis:
2,88 − 1,6 = 1,28 m²
Namun, bentuk sisa tidak selalu dapat digunakan seluruhnya. Jika potongan yang tersisa berbentuk tidak beraturan, luas efektifnya mungkin lebih kecil.
Cara Menghitung Sisa Besi Berdasarkan Berat
Sisa besi juga dapat dihitung berdasarkan berat apabila tersedia data berat material.
Rumusnya:
Berat sisa = berat material awal − berat material terpakai
Contohnya:
- Berat material awal: 120 kg
- Berat material terpakai: 105 kg
Maka:
120 − 105 = 15 kg
Jadi, berat sisa material adalah sekitar 15 kg.
Perhitungan berdasarkan berat berguna untuk pencatatan stok, penjualan sisa besi, atau evaluasi penggunaan material.
Cara Mengurangi Sisa Material Besi
Sisa material tidak selalu dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi jumlahnya dapat dikurangi melalui perencanaan yang baik.
Membuat Cutting Plan
Cutting plan membantu mengatur pembagian potongan ke dalam batang material yang tersedia.
Mengurutkan Potongan dari yang Terpanjang
Potongan panjang sebaiknya direncanakan terlebih dahulu agar sisa batang dapat digunakan untuk potongan yang lebih pendek.
Menggabungkan Potongan yang Saling Melengkapi
Potongan 3 meter dapat digabungkan dengan potongan 2 meter dan 1 meter dalam satu batang 6 meter.
Menggunakan Sisa untuk Komponen Kecil
Sisa material dapat dimanfaatkan untuk:
- Bracket
- Pengaku
- Dudukan
- Kaki rak
- Plat sambungan
- Penyangga
- Komponen dekoratif
Menyimpan Sisa Berdasarkan Ukuran
Sisa besi sebaiknya dikelompokkan berdasarkan jenis profil dan panjangnya agar mudah digunakan kembali.
Menghindari Pemotongan Tanpa Perencanaan
Pemotongan langsung tanpa cutting list dapat meningkatkan risiko salah ukuran dan menghasilkan sisa yang sulit dimanfaatkan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Sisa Material
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
- Tidak mencatat panjang material awal
- Tidak menghitung seluruh potongan
- Mengabaikan kehilangan akibat mata potong
- Tidak membedakan sisa yang masih layak dan tidak layak
- Menganggap seluruh sisa dapat digunakan kembali
- Tidak mencatat material yang rusak
- Tidak membuat cutting list
- Tidak mengelompokkan sisa berdasarkan jenis dan ukuran
Kesalahan pencatatan dapat membuat jumlah stok terlihat lebih banyak daripada material yang sebenarnya masih dapat digunakan.
Contoh Format Pencatatan Sisa Besi
| Jenis Besi | Ukuran | Panjang Sisa | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| Hollow | 4 × 4 cm | 1,5 m | 2 batang | Layak digunakan |
| Hollow | 2 × 4 cm | 0,8 m | 4 batang | Untuk bracket |
| Besi siku | 4 × 4 cm | 1 m | 3 batang | Layak digunakan |
| Pipa | 1 inch | 0,4 m | 5 batang | Komponen kecil |
Pencatatan seperti ini membantu bengkel atau workshop memanfaatkan sisa material sebelum membeli besi baru.
Kapan Sisa Material Besi Tidak Layak Digunakan?
Sisa besi sebaiknya tidak digunakan kembali jika:
- Mengalami korosi berat
- Bentuknya sudah berubah
- Retak atau rusak
- Terlalu pendek untuk kebutuhan yang tersedia
- Tidak memenuhi ukuran desain
- Memiliki kualitas material yang tidak sesuai
- Tidak dapat disambung dengan aman
Sisa material yang masih layak digunakan tetap perlu diperiksa sebelum dipakai untuk pekerjaan berikutnya.
Cara menghitung sisa material besi dilakukan dengan mengurangi total panjang material awal dengan total panjang potongan dan kehilangan akibat proses pemotongan.
Perhitungan dapat dilakukan berdasarkan panjang, berat, luas, atau jumlah batang, tergantung jenis material yang digunakan. Sisa material juga perlu dicatat berdasarkan jenis, ukuran, dan kondisi agar dapat dimanfaatkan kembali.
Dengan membuat cutting plan, menghitung kebutuhan secara teliti, serta mengelola sisa besi dengan baik, proses fabrikasi dapat menjadi lebih hemat, efisien, dan minim pemborosan material.