Prolasindo Jaya Mandiri

Cara Mengecek Kualitas Hasil Las yang Baik

kualitas hasil las

Daftar Isi

Cara mengecek kualitas hasil las yang baik sangat penting untuk memastikan konstruksi Anda aman, kuat, dan tahan lama.

Banyak orang hanya menilai hasil las dari tampilannya, padahal ada beberapa indikator teknis yang menentukan apakah penyambungan logam tersebut benar-benar berkualitas. Dalam panduan ini, Anda akan memahami ciri-ciri las yang baik dan cara melakukan pengecekan sederhana sebelum memutuskan hasil kerja diterima atau perlu diperbaiki.

Cara Mengecek Kualitas Hasil Las yang Baik

Jika Anda ingin memastikan konstruksi baja, besi hollow, pagar, atau kanopi benar-benar kuat, berikut indikator utama kualitas pengelasan professional:

1. Perhatikan Bentuk dan Kerapian Bead Las

Bead las (jalur las) yang baik biasanya:

  • Rapi dan konsisten sepanjang sambungan

  • Lebarnya stabil, tidak melebar tiba-tiba

  • Tidak ada cipratan berlebih

  • Tidak bergelombang atau terputus-putus

Bead yang acak dan tidak beraturan bisa menandakan pengelasan kurang panas atau operator kurang terampil.

2. Pastikan Tidak Ada Cacat Las

Cacat las adalah tanda utama kualitas buruk, misalnya:

  • Porositas (lubang-lubang kecil seperti jarum)

  • Crack / retakan

  • Undercut (cekungan pada tepi sambungan)

  • Inclusion (kotoran terjebak dalam las)

Cacat ini bisa melemahkan struktur dan sangat berbahaya untuk konstruksi berat.

3. Cek Penetrasi Las

Penetrasi las yang ideal memastikan logam benar-benar menyatu dengan kuat.
Ciri-cirinya:

  • Jalur las menempel kuat dan tidak mudah terkelupas

  • Ada tanda lelehan rata di kedua sisi logam

  • Pada beberapa kasus, sisi belakang material juga menunjukkan jejak fusi (full penetration)

Tanpa penetrasi yang baik, sambungan bisa patah meski kelihatannya rapi.

4. Ketuk atau Uji Secara Mekanis

Cara sederhana untuk mengecek kekuatan las:

  • Ketuk ringan menggunakan palu: las yang baik terdengar solid

  • Lakukan bending test ringan: sambungan kuat tidak mudah pecah

  • Tekan area las: tidak boleh goyang atau bergeser

Metode sederhana ini sering digunakan teknisi profesional untuk inspeksi lapangan.

5. Lihat Warna dan Bekas Panas

Warna hasil las dapat memberi indikasi proses pengelasan:

  • Warna keperakan atau abu muda = ideal

  • Coklat kebiruan = panas tinggi, masih normal

  • Hitam pekat = overheat, rentan retak atau kerapuhan

Distribusi warna yang merata menunjukkan kontrol panas yang baik.

6. Evaluasi dengan Standar Industri

Jika proyek bersifat besar, Anda bisa memakai acuan standar:

  • AWS (American Welding Society)

  • ISO 5817

  • Standar SNI Pengelasan

Mengacu pada standar memastikan hasil las tidak hanya bagus secara visual, tetapi juga memenuhi kekuatan struktural.

Kesimpulan

Menilai kualitas las bukan hanya soal rapi atau tidak, tetapi juga kekuatan, penetrasi, dan bebas cacat. Dengan memahami indikator di atas, Anda bisa memastikan pekerjaan pengelasan benar-benar aman dan layak digunakan untuk jangka panjang.

Butuh jasa las profesional yang rapi, kuat, dan bergaransi?
Hubungi tim Prolasindo Jaya Mandiri sekarang!

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial